Sekitar 6 tahun silam, tepatnya tanggal 16 Januari 2002, Seorang Kapten Pilot Garuda Boing 737 “Kapt. Abdul Rojak”menerbangkan pesawat jurusan Surabaya-Jakarta .
Sebelum pesawat diterbangkan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan detail terhadap mesin dan perlengkapan penerbangan..setelah semuanya fix, pesawat diterbangkan dengan mulusnya membawa sekitar 54 orang penumpang beserta kru.
Tepat pada ketinggian 23.000 kaki dari pemukaan atau sekitar 7000 meter diatas sungai Bengawan Solo, mendadak mesin pesawat mati…semuanya tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya….dengan segenap ilmu dan usaha dilakukan kapten dan co.pilotnya untuk menyalakan mesin pesawat tersebut,namun jauh dalam lubuk hati Kapt. Abdul Rojak berseru dan berdoa…”Ya 4JJI dengan segenap kepasrahan aku memohon pertolongan -MU untuk selamatkan seluruh penumpang kami….Allahu Akbar” tak disangka adanya dorongan angin membawa pesawat tersebut bergerak menuju sebuah sungai…yang ternyata terdapat jembatan untuk lepas landainya…..segala doa, takbir, tahmid diucapkan tak putus-putusnya dari mulut kapt. tersebut, setelah pesawat berhasil mendarat disungai… tiba-tiba arah pesawat berbelok sehingga berbenturan dengan sebuah bebatuan yang membuat badan pesawat tersebut berhenti dengan MENGHADAP KIBLAT….SUBHANALLAH, 4JJI MEMANG NYATA ADANYA, 4JJI MEMANG WUJUD.
Akibat pendaratan tersebut memakan korban seorang kru pramugari, namun keseluruh penumpang pesawat tersebut selamat adanya…bahkan moncong pesawat yang menabrak bebatuan tersebut tidak mengalami kerusakan yang parah…..
Coba kita bayangkan saja..sebuah setrikaan yang dengan tidak ada gaya yang menahannya, dilepaskan jatuh begitu saja dari sebuah ketinggian apa yang akan terjadi? sudah barang tentu, badan setrikaan tersebut akan hancur lebur,
namun dengan keDIGDAYAAN 4JJI, badan pesawat tersebut tidak hancur bahkan seluruh penumpang dan kru kecuali satu pramugari diatas selamat adanya…..Allahu Akbar….!!!
4JJI adalah satu….saat hati,jiwa dan raga kita pasrah pada ketentuan 4JJI, adalah kondisi dimana kita berada pada titik 0..maka dengan rumus matematika 1/0 = “Tidak Terhingga”….
“Tidak Terhingga….adalah Kuasa atau keputusan 4JJI”,
Untuk semua urusan didunia.. semua usaha, doa dan ikhtiar adalah bagian kita, namun dengan kepasrahan…keputusan TERBAIK adalah milik 4JJI, Wallahualam bishawab…
Big smile…;))